Minggu, 01 Maret 2026

SANG BERINGAS YANG MELARAT

 

 


Mentari memandangi rimba yang tandas. Disapu oleh derasnya kerakusan nan kekuatan. Pohon tumbang bak mantra-mantra yang penuh dusta. Masyarakat kocar-kacir tak berarah. Dengan takzim tersita ajalnya oleh maha es. Perkampungan melebur dengan pijakan yang sembap. Didalangi oleh sang diktator

 

Satwa-satwa kehilangan surga kecil tuk didiami. Tertatih-tatih mencari tunas baru yang kokoh, sang beringas pun ikut serta-merta. Tetapi sial menghantuinya. Terlalu buyar melarat ke pemukiman. Tumbang dikuliti hingga nihil. Tak bersalah, tak berdusta.


Sidoarjo, 2 Februari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUKUM USANG YANG DIPERALAT

  Aku hanya pelaut yang baru lahir menuntun sekoci ekspor impor menerjang derap tangis fajar yang menusuk raga hingga matahari beranjak dari...