Mentari memandangi
rimba yang tandas. Disapu oleh derasnya kerakusan nan kekuatan. Pohon tumbang
bak mantra-mantra yang penuh dusta. Masyarakat kocar-kacir tak berarah. Dengan
takzim tersita ajalnya oleh maha es. Perkampungan melebur dengan pijakan yang
sembap. Didalangi oleh sang diktator
Satwa-satwa
kehilangan surga kecil tuk didiami. Tertatih-tatih mencari tunas baru yang
kokoh, sang beringas pun ikut serta-merta. Tetapi sial menghantuinya. Terlalu
buyar melarat ke pemukiman. Tumbang dikuliti hingga nihil. Tak bersalah, tak
berdusta.
Sidoarjo, 2 Februari 2026
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar