Malam hari memonopoli tuanku
mengulurkan bajik yang gagu
walau ditaburi manfaat semu
dengan hipnotis secara melulu
disitukah aku meragu
bahwa tuanku tak setia padaku
Malam hari menawar tuanku
menunjukku dengan rasa kesumat
dengan buyar ia menuruti
bersulang atas kelicikannya
burung hantu pun bersiul
Hantamannya menyobek paras
tatapannya kosong tak berisi
mungkin lupa disuapi rasa puas
dengan itu aku berhipotesis:
manusia terlalu meleburkan diri
ke dalam kesedihan
manusia terlalu sibuk
sampai lupa kontemplasi
manusia terlalu mabuk
sampai tak sadar
bacin sedang menyeruak.
Sidoarjo, 2 Maret 2026
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar