Minggu, 22 Februari 2026

DIMANA PELITA YANG SELALU MENEMANI?

 

Langit legam lenyapkan lembut lembayung

gerutu guntur gugurkan gaduh

mendungpun melahirkan simfoni rintik

membuat kampung seperti gelanggang ledakan langit


Bintang kecil Ibu pun dibebat ketakutan

mencari pelkan ke lengan harapan

sembari mencari suka dari seka hujan hati

di bawah langit kelabu

yang ikut menangis sunyi

TANKA(KEADILAN DILAHAP NAFSU)

 

Riuh terpecah

keadilan terlahap

guyub pun kabur

pancasila tersungkur

diktator berdaulat


Sidoarjo, 23 Februari 2026 

HAIKU(SERBUK-SERBUK DINGIN)

 

Salju merekah

dingin membius alam

mentari lenyap


Sidoarjo, 23 Februari 2026

MENGADUK JIWA DALAM TELAGA

Mentari menyirami kapal feri - iref lapak imarinyem iratneM

membilas terik para pejalan negeri - iregen nalajep arap kiret salibmem

tanpa mengetahui petaka senti - itnes akatep iuhategnem apnat

ombak memberitahui - iuhatirebmem kabmo

“ajalmu sudah dekat, baiknya berserah diri” - “irid haresreb aynkiab ,taked hadus umlaja”

tak perlu pertanda, laut merutuk feri - iref kuturem tual ,adnatrep ulrep kat

tiada insan yang dapat khali - ilahk tapad gnay nasni adait

menghina kasar penerbit sekoci - icokes tibrenep rasak anihgnem


  Sidoarjo, 23 Februari 2026

 


Rabu, 11 Februari 2026

MENTARI WAFAT

 


Satu jam lalu, langit kehilangan pelita

matahari hangus ditangkup angkasa


Keabsenan mentari memecah kehidupan

pohon pensiun bernafas secara simultan


Kehidupan hancur sampai ubunnya

tiada selarik kesejukan yang ditabur


Insan hiruk-pikuk tersedak ajal

menghembuskan mayat tak berisi


Alam dibakar merapi penuh angkara

bagai jenazah utuh dikremasi paksa


Sidoarjo, 12 Februari 2026

HUKUM USANG YANG DIPERALAT

  Aku hanya pelaut yang baru lahir menuntun sekoci ekspor impor menerjang derap tangis fajar yang menusuk raga hingga matahari beranjak dari...