Aku hanya pelaut yang baru lahir
menuntun sekoci ekspor impor
menerjang derap tangis fajar
yang menusuk raga
hingga matahari beranjak
dari peraduannya yang buncah
Aku hanya pelaut yang polos hati
dibayar 'tuk mengirim barang konkret
bukanlah nasib yang pedih
pedaganglah yang mengirim petaka itu
petaka yang berwajah bubuk
seraya mengundang kontradiksi
Aku hanya pelaut yang nihil pengalaman
disidang tak butuh bukti, tak butuh alibi
mempertaruhkan nasib yang nisbi
berujung takdir yang kebakaran

Josjhiss
BalasHapus